Terapi Ngayah
" Ngayah merupakan salah satu wujud pengabdian tanpa pamrih yang berakar kuat dalam budaya Bali. Secara etimologis, ngayah berarti melakukan suatu pekerjaan dengan tulus ikhlas, tanpa mengharapkan imbalan, demi kepentingan bersama, terutama dalam konteks sosial, adat, dan spiritual. Dalam kehidupan masyarakat Bali, ngayah biasanya diwujudkan dalam bentuk gotong royong di pura, kegiatan adat, maupun pelayanan sosial. Konsep ini sejalan dengan prinsip Tri Hita Karana, khususnya aspek Palemahan dan Pawongan, yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan lingkungan serta sesama. "![]()
Terapi Ngayah.
Pelaksanaan Therapy ngayah pada Orang Dengan Gangguan Jiwa yang dapat meningkatkan kesehatan mental,
dimana therapy ngayah merupakan bagian dari Konsep Palemahan, dengan bersosialisasi bersama-sama dalam kegiatan ngayah akan dapat meningkatkan sosialisasi dan rasa percaya diri.
Manfaat Terapi ngayah bagi kesehatan jiwa
- Psikologis: meningkatkan rasa percaya diri, mengurangi perasaan kesepian, menumbuhkan makna hidup, dan memberikan pengalaman positif yang menyenangkan.
- Sosial: memperkuat solidaritas, memperluas jaringan dukungan sosial, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dalam kelompok.
- Spiritual: menumbuhkan kesadaran akan nilai pengabdian, rasa ikhlas, dan koneksi dengan kekuatan transendental.
Tahapan terapi ngayah dapat dilakukan melalui
- Orientasi: pasien diberikan pemahaman tentang makna ngayah dan pentingnya keterlibatan sosial.
- Pelaksanaan aktivitas: pasien diajak untuk ikut serta dalam kegiatan sosial atau spiritual, misalnya membantu persiapan upacara, membersihkan lingkungan, atau kegiatan pelayanan masyarakat lainnya.
- Refleksi: setelah kegiatan selesai, pasien diajak merenungkan pengalaman yang dirasakan, nilai kebersamaan, serta manfaat psikologis yang diperoleh.
Dengan demikian, ngayah sebagai terapi bukan hanya sebuah aktivitas sosial, tetapi juga media pemulihan jiwa yang mengintegrasikan dimensi sosial,
spiritual, dan kultural. Integrasi ngayah dalam pendekatan kesehatan jiwa berbasis kearifan lokal Bali diharapkan mampu memperkuat keseimbangan emosi,
mengurangi gejala psikologis negatif, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.