Pawongan

Welcome to the Pawongan section of Tri Hita Karana.

Here we explore the social and communal aspects of this philosophy.

ISA - Ruang Informasi Sehat Jiwa

Tri Hita Karana - Pawongan

" Dimensi Pawongan yang merupakan hubungan dengan sesama diterapkan melalui terapi kelompok dan terapi komplementer seperti banyu pramana. Aktivitas ini berfungsi memperkuat dukungan sosial, membangun rasa kebersamaan, serta memberikan ruang bagi individu untuk berbagi pengalaman. Interaksi sosial yang positif diyakini mampu memperbaiki kondisi psikologis dan meningkatkan resiliensi dalam menghadapi tantangan hidup." Icon

Terapi Banyu Pramana.

Dalam konteks kesehatan jiwa, terapi banyu pramana dilakukan dengan menggunakan air yang didoakan atau diberikan afirmasi positif, lalu digunakan untuk berendam, membasuh wajah dan tangan, atau diminum dengan penuh kesadaran. Praktik ini diyakini mampu menurunkan ketegangan emosional, mengurangi kecemasan, serta memberikan rasa damai pada individu yang mengalaminya. Melalui therapy ini dapat meningkatkan hubungan dengan alam dan Tuhan.
Hubungan melukat dengan pawongan adalah penguatan hubungan baik antara sesama manusia (pawongan) yang dicapai melalui ritual melukat, yang bertujuan untuk menyucikan diri, menciptakan keseimbangan, dan memupuk rasa empati serta kepedulian terhadap orang lain. Dengan membersihkan jiwa dari hal negatif, melukat secara tidak langsung mendorong seseorang untuk lebih harmonis dalam berinteraksi dengan manusia lain dan menciptakan keharmonisan dalam hubungan sosial.

Dalam konteks kesehatan jiwa, terapi banyu pramana dilakukan dengan menggunakan air yang didoakan atau diberikan afirmasi positif, lalu digunakan untuk berendam, membasuh wajah dan tangan, atau diminum dengan penuh kesadaran. Praktik ini diyakini mampu menurunkan ketegangan emosional, mengurangi kecemasan, serta memberikan rasa damai pada individu yang mengalaminya. Melalui therapy ini dapat meningkatkan hubungan dengan alam dan Tuhan.

Manfaat melukat bagi kesehatan jiwa

  • Simbol pembersihan batin, Proses simbolis membilas beban emosional, rasa bersalah, atau trauma ringan.
  • Ritualisasi emosi, Memberi kesempatan mengekspresikan dan melepaskan perasaan yang menumpuk.
  • Fokus dan mindfulness, Proses ritus mendorong kesadaran penuh (mindfulness), membantu mengurangi pengembaraan pikiran.
  • Penguatan komunitas, Bila dilakukan bersama, melukat mempererat ikatan sosial dan dukungan emosional.
  • Ritme dan kontinuitas, Praktik berkala memberikan struktur dan rasa aman yang bermanfaat bagi stabilitas mental.

Praktik melukat (panduan sederhana)

  1. Niat yang jelas: Mulailah dengan menetapkan niat pembersihan, melepaskan kecemasan, memohon ketenangan, atau memaafkan diri sendiri.
  2. Persiapan fisik dan mental: Tenangkan tubuh dengan napas dalam, singkirkan gangguan eksternal.
  3. Gunakan air suci atau air bersih: Jika tidak tersedia tirta, gunakan air bersih sebagai simbol pembersihan.
  4. Doa atau afirmasi: Bacakan doa, mantram, atau afirmasi yang bermakna bagi Anda.
  5. Visualisasi: Bayangkan beban emosional mengalir bersama air, semakin fokus, semakin terasa efeknya.
  6. Penutup reflektif: Setelah melukat, luangkan waktu untuk duduk tenang, menulis perasaan, atau melakukan meditasi singkat.
  7. Konsistensi: Lakukan secara rutin (bulanan atau saat merasa berat) untuk efek jangka panjang.